JAKARTA – Bertempat di Padepokan Pencak Silat Indonesia TMII, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar agenda penting terkait masa depan olahraga bela diri kebanggaan bangsa. Selama dua hari, tepatnya pada 11-12 Mei 2026, dilaksanakan sosialisasi serta peragaan peraturan terbaru Federasi Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa).
Sebagai organisasi internasional tertinggi yang didirikan sejak 11 Maret 1980 oleh empat negara pelopor—Indonesia (IPSI), Malaysia (PESAKA), Singapura (PERSISI), dan Brunei Darussalam (PERSIB)—Persilat terus bertransformasi. Dalam momentum krusial ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidiin mengirimkan delegasi atlet muda terbaiknya untuk mewakili Persinas ASAD. Sebanyak lima atlet pilihan dipercaya untuk bersinergi langsung dengan Dewan Prestasi PB IPSI guna merumuskan dan memperagakan regulasi baru pertandingan Pencak Silat 2026 yang akan berlaku secara global.

No comments:
Post a Comment