Jakarta Timur – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT Rukun Abadi menggelar program edukasi literasi keuangan syariah bagi ratusan warga Pondok Pesantren Minhajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu malam, 7 Juni 2026, mulai pukul 20.00 WIB.
Program edukasi ini mengangkat tema pentingnya penguatan digitalisasi ekosistem pesantren serta penyelamatan umat dari jerat transaksi ribawi. Kehadiran BMT Rukun Abadi di lingkungan pesantren menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi syariah berbasis komunitas, khususnya di tingkat mikro dan masyarakat sekitar pesantren.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Pondok Pesantren Minhajurrosyidiin, para ustadz, santri, serta perwakilan pengusaha UMKM binaan yang berada di sekitar lingkungan pesantren. Antusiasme peserta terlihat dari perhatian mereka dalam mengikuti pemaparan materi mengenai pentingnya memahami prinsip-prinsip keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, BMT Rukun Abadi menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Dewan Pengawas Syariah BMT Rukun Abadi, H. Imam Rusdi, SE., M.Sy., serta Financing Division Head BMT Rukun Abadi, H. Adhi Prayudi Maulana, SE.
H. Imam Rusdi, SE., M.Sy. dalam pemaparannya menekankan tentang bahaya riba berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Ia menjelaskan bahwa transaksi ribawi bukan hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap keberkahan hidup umat. Oleh karena itu, masyarakat perlu semakin memahami pentingnya memilih layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
“Literasi keuangan syariah harus terus ditanamkan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Dengan memahami bahaya riba, umat diharapkan mampu lebih selektif dalam memilih transaksi keuangan yang halal, aman, dan membawa keberkahan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, H. Adhi Prayudi Maulana, SE. menyampaikan materi mengenai produk-produk layanan yang tersedia di BMT Rukun Abadi. Ia menjelaskan berbagai program simpanan dan pembiayaan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, santri, wali santri, serta pelaku UMKM di sekitar pesantren.
Menurutnya, BMT memiliki peran strategis sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang dekat dengan masyarakat. Selain memberikan akses pembiayaan, BMT juga hadir untuk membangun budaya ekonomi yang sehat, produktif, dan sesuai tuntunan syariat.
Melalui kegiatan ini, Ponpes Minhajurrosyidiin berharap sinergi bersama BMT Rukun Abadi dapat terus ditingkatkan. Edukasi literasi keuangan syariah diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pesantren yang lebih mandiri, modern, dan terbebas dari praktik transaksi ribawi.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi umat, terutama dalam mendukung para pelaku UMKM binaan agar mampu mengembangkan usaha melalui jalur pembiayaan yang halal dan berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi antara pesantren dan BMT, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengelola keuangan secara syariah, amanah, dan produktif.
.jpeg)

No comments:
Post a Comment