13 May 2026

Atlet Muda Ponpes Minhajurrosyidiin Wakili Persinas ASAD dalam Sosialisasi Peraturan Baru Persilat 2026

JAKARTA – Bertempat di Padepokan Pencak Silat Indonesia TMII, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar agenda penting terkait masa depan olahraga bela diri kebanggaan bangsa. Selama dua hari, tepatnya pada 11-12 Mei 2026, dilaksanakan sosialisasi serta peragaan peraturan terbaru Federasi Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa). 

Sebagai organisasi internasional tertinggi yang didirikan sejak 11 Maret 1980 oleh empat negara pelopor—Indonesia (IPSI), Malaysia (PESAKA), Singapura (PERSISI), dan Brunei Darussalam (PERSIB)—Persilat terus bertransformasi. Dalam momentum krusial ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidiin mengirimkan delegasi atlet muda terbaiknya untuk mewakili Persinas ASAD. Sebanyak lima atlet pilihan dipercaya untuk bersinergi langsung dengan Dewan Prestasi PB IPSI guna merumuskan dan memperagakan regulasi baru pertandingan Pencak Silat 2026  yang akan berlaku secara global.

Perluas Literasi Keuangan, Ponpes Minhajurrosyidin Resmikan GIS Ekosistem EPIKS OJK

 

Pimpinan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, KH Chairul Baihaqi, secara resmi membuka dan meresmikan Galeri Investasi Syariah (GIS) di Sekolah Tinggi Agama Islam Minhajurrosyidin (STAIMI Jakarta) pada Selasa, 12 Mei 2026. Peresmian agenda strategis nasional tersebut meliputi kolaborasi multi-sektor, integrasi ekosistem keuangan dan pendampingan praktis.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek berkerja sama dengan Ponpes Minhaajurrosyidiin, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Phintraco Sekuritas. Pendirian galeri ini merupakan tindak lanjut konkret dari program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) yang dicanangkan OJK di pesantren tersebut.

PT Phintraco Sekuritas membentuk Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) guna memberikan bimbingan teori dan praktik langsung mengenai trading dan saham syariah emiten BEI bagi santri serta mahasiswa. Fasilitas ini berfungsi memperluas literasi keuangan generasi muda agar tidak terbatas pada sektor perbankan, melainkan mencakup pemahaman komprehensif atas instrumen pasar modal syariah sejak dini

06 May 2026

Ponpes Minhajurrosyidin Kembali Jadi Tuan Rumah Seleksi Pesilat Unggul Cipayung di O2SN 2026

 

JAKARTA – Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, resmi ditunjuk kembali menjadi salah satu pusat pembinaan dan arena seleksi cabang olahraga pencak silat dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2026 pada hari Minggu,  3 Mei 2026. Pelaksanaan seleksi langsung tingkat Kecamatan Cipayung, termasuk kompetisi fisik pencak silat dilaksanakan di Padepokan Minhajurrosyidin. Fasilitas olahraga yang terintegrasi langsung dengan padepokan PERSINAS ASAD ini siap menyaring talenta muda terbaik dari tingkat sekolah dasar hingga menengah di wilayah Kecamatan Cipayung. 

Pelaksanaan O2SN tahun ini mengacu pada panduan teknis terbaru yang dirilis oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain pencak silat, ajang talenta tahunan ini juga memperlombakan cabang olahraga utama lainnya seperti atletik, renang, bulu tangkis, dan panjat tebing.

Khusus di Minhajurrosyidin, fokus utama seleksi pencak silat akan diarahkan pada kategori Jurus Tunggal (Putra/Putri) serta beberapa kelas tanding. Para pelatih lokal menyatakan bahwa persiapan atlet telah digenjot sejak awal tahun guna mempertahankan dominasi wilayah Jakarta Timur di tingkat provinsi hingga nasional.


24 April 2026

Sederet Tokoh Nasional dan Internasional Padati Halal Bihalal B57+ Asia Pacific di Istiqlal

Dewan Masayikh Ponpes Minhajurrosyidin H. Dwi Pramono, Lc, M.S.I menghadiri undangan Halal Bihalal B57+ Asia Pacific Regional Chapter di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026. Halal Bihalal B57+ Asia Pacific Regional Chapter menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi ekonomi Islam lintas negara, dengan semangat “Strengthening Islamic Economic Synergy: From Ukhuwah to Global Economic Partnership.” 

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Umum B57+ Asia Pacific Regional Chapter Arsjad Rasjid, dan sejumlah perwakilan duta besar negara-negara anggota B57+.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian memperkuat kolaborasi bisnis antar sektor dari lintas negara di Asia Pasific yang merupakan anggota organisasi kerja sama Islam dengan membahas ekonomi halal dan peluang Indonesia sebagai motor penggerak industri halal dunia. Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar juga menyampaikan, ekonomi syariah memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi krisis global. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi bisnis lintas negara dalam kerangka B57+ yang mendorong integrasi ekonomi dunia Islam.

22 April 2026

Pesantren Minhaajurrosyidiin Luncurkan RVM, Dorong Ekonomi Hijau dan Literasi Keuangan Syariah

Jakarta — Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menegaskan komitmennya sebagai pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dengan meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) dalam rangka memperingati Hari Bumi, Rabu (22/4/2026). Inovasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, K.H. Chairul Baihaqi, menyampaikan bahwa konsep utama yang dikembangkan adalah zero waste, di mana seluruh sampah diolah menjadi sumber daya bernilai guna.

“Konsep kami adalah tidak ada sampah terbuang karena semuanya diolah menjadi nilai ekonomi bagi warga dan masyarakat sekitar. Kami mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk serta mendukung pertanian dan peternakan internal pesantren,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran RVM melengkapi sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan, baik untuk sampah organik maupun anorganik. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari implementasi ekoteologi, yaitu pendekatan yang menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama melalui pendidikan dan dakwah.

Kegiatan ini turut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Syariah Indonesia dalam kerangka penguatan ekosistem inklusi keuangan syariah melalui program EPICS.

Kepala Direktorat Edukasi Perlindungan Konsumen, Nuning Isnainijati, menilai langkah pesantren ini sebagai model integrasi antara pengelolaan lingkungan dan literasi keuangan syariah.


“Peresmian Reverse Vending Machine ini menjadi langkah strategis dalam pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular di pesantren. Program ini sekaligus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah masyarakat melalui implementasi EPICS secara berkelanjutan,” katanya.

Senada, Department Head BSI, Harsaid Yusuf Bakhtiar, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan akses layanan keuangan.

Menurutnya, keberadaan RVM dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal produk keuangan syariah, mulai dari tabungan, investasi emas, hingga perencanaan keuangan, sehingga mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Selain itu, Ponpes Minhaajurrosyidiin selalu berperan aktif dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program peningkatan nilai ekonomi sampah plastik. Para santri tidak hanya diajak peduli terhadap lingkungan, tetapi juga dibekali pemahaman bahwa sampah dapat menjadi peluang usaha yang nyata.

Kolaborasi antara pesantren, regulator, dan industri keuangan ini diharapkan mampu melahirkan model ekonomi hijau berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Inisiatif Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin pun dinilai berpotensi direplikasi secara nasional sebagai solusi pengelolaan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi umat.

Dengan semangat “Santri Berdaya, Sampah Bernilai, Ekonomi Bangkit”, program ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu menjadi pusat inovasi sosial yang mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian lingkungan, dan kemandirian ekonomi.

14 April 2026

Kepala Kantor Kemenag Jakarta Timur Pantau Langsung Pelaksanaan TKA PKPPS/PDF Wustho di Ponpes Minhajurrosyidin

JAKARTA TIMUR – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Administrasi Jakarta Timur, H. Affan Sofwan, S.H.I, melakukan monitoring langsung pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) tingkat Wustho di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Senin (13/04/2026).

​Dalam peninjauan tersebut, H. Affan Sofwan didampingi oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren), Silvia Hanim, SE.MM, guna memastikan kelancaran teknis dan administratif di lapangan.

Pastikan Standar dan Mitigasi Kendala

H. Affan Sofwan menegaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari kewajiban institusional untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

​"Monitoring TKA bukan sekadar kunjungan, melainkan kewajiban untuk memastikan seluruh proses di lapangan berjalan sesuai standar. Fokus utama kami adalah mengidentifikasi kendala secara dini agar dapat segera ditemukan solusinya dan ditindaklanjuti dengan tepat," ujar Kakan Kemenag dalam keterangannya.

​Beliau menambahkan bahwa sebagai bagian dari program nasional, Kemenag Jakarta Timur berkomitmen penuh dalam mendukung dan mengawal kesuksesan TKA demi masa depan generasi bangsa.

​Apresiasi Kesiapan Santri dan Pengurus

Berdasarkan hasil pantauan dan wawancara dengan para asatidz, pelaksanaan TKA di Ponpes Minhajurrosyidin dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Para santri terlihat mengikuti ujian dengan penuh keseriusan dan kesiapan mental yang matang.

​"Alhamdulillah, kendala-kendala teknis yang sempat dikhawatirkan tidak terjadi di lapangan. Melihat semangat di Pesantren Minhajurrosyidin pagi ini memberikan keyakinan bahwa masa depan umat ada di tangan yang tepat," ungkap H. Affan Sofwan.

​Pesan Keseimbangan Belajar dan Ibadah

Di sela-sela monitoring, Kakan Kemenag turut memberikan motivasi kepada para santri dan pengurus pondok pesantren. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek intelektual dan spiritual.

​"Kepada para santri, teruslah berjuang. Kuatkan belajar, kencangkan ibadah. Keduanya adalah sayap yang akan membawa kalian pada kesuksesan," pesannya.

​Kepada jajaran pengurus, beliau berpesan agar senantiasa menjadikan amanah dan kejujuran sebagai pondasi utama dalam mendidik. "Apa yang saya lihat hari ini sungguh luar biasa. Tetaplah serius, sungguh-sungguh, dan jaga amanah ini Lil Ummah. Dengan hati yang tulus, insya Allah jalan menuju kebaikan akan selalu dibukakan oleh Allah SWT," pungkasnya.

​Kegiatan monitoring ini ditutup dengan harapan agar seluruh santri yang mengikuti TKA mendapatkan hasil yang maksimal dan menjadi generasi yang unggul bagi bangsa dan agama.

13 April 2026

Marsma TNI (Purn) H. Sukur Hadiri Munas IPSI 2026, Tegaskan Pentingnya Karakter dan Prestasi

Ketua Umum Yayasan Ponpes Minhajurrosyidin Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han) sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) 2026 sebagai bentuk komitmen mendukung perkembangan pencak silat nasional. 

Acara bergengsi ini secara resmi dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto. Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Masa Bakti 2026–2030 tersebut diselenggarakan di Ruang Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat. Menurutnya, lebih dari sekadar olahraga dan bela diri, pencak silat adalah bagian dari budaya bangsa.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga Wakil Ketua Umum IPSI, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Penyelenggaraan Munas XVI IPSI diharapkan menjadi tonggak penting dalam membawa pencak silat semakin mendunia, bukan hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai simbol kekuatan budaya Indonesia yang dihormati di kancah internasional.

Indahnya Toleransi, Gereja Kalvari Serahkan Hewan Kurban ke Ponpes Minhajurrosyidin

JAKARTA – Pemandangan menyejukkan yang sarat akan nilai toleransi kembali tersaji di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pondok Pesantren (...