Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para siswa mengenai demokrasi, sejarah penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dalam pemaparannya, KPU Kota Jakarta Timur memberikan penjelasan mengenai perjalanan pemilu di Indonesia dari masa ke masa. Para siswa juga diperkenalkan dengan peran KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Jakarta Timur, Taufik Hidayatulloh, memberikan materi mengenai pengawasan partisipatif bagi pemilih pemula. Para siswa diajak memahami bahwa masyarakat, termasuk generasi muda, memiliki peran penting dalam mengawasi setiap tahapan pemilu dan mencegah terjadinya pelanggaran.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang hadir di tempat pemungutan suara, tetapi juga menjadi pemilih yang cerdas, kritis, menolak politik uang, tidak mudah terpengaruh informasi palsu, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu melalui saluran yang tersedia.
Pihak SMA dan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Pendidikan demokrasi sejak dini dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab, berintegritas, menghargai perbedaan pilihan, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan interaktif. Para siswa mengikuti pemaparan dengan antusias serta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dan menambah wawasan mengenai kepemiluan.
Melalui kerja sama dengan KPU dan Bawaslu Kota Jakarta Timur, SMA Minhaajurrosyidiin berkomitmen terus mendukung pendidikan kewarganegaraan dan demokrasi sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Kontributor: Humas Ponpes Minhaajurrosyidiin


No comments:
Post a Comment