
YOGYAKARTA – Gelanggang olahraga
nasional kembali diguncang oleh ketangguhan fisik dan mental baja para santri
Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidiin Lubang Buaya. Mengirimkan delegasi
terbaiknya, para pendekar muda ini sukses memborong rentetan medali pada ajang
bergengsi Gadjah Mada National Championship (GMNC) 2026 yang berlangsung di GOR
Nusantara UGM, Yogyakarta, pada 23–25 September 2026 Gadjah Mada National
Championship (GMNC) 2026.
Sesuai dengan nama resminya,
Gadjah Mada National Championship (GMNC) 2026 merupakan kejuaraan pencak silat
tingkat nasional berskala besar yang diselenggarakan secara resmi oleh UKM
Pencak Silat Universitas Gadjah Mada.
Ajang ini bukan sekadar turnamen
biasa, melainkan arena resmi bagi para ksatria muda tingkat
SMA/SMK/MA/Sederajat dari seluruh pelosok nusantara untuk memperebutkan Piala
Bergilir Rektor Universitas Gadjah Mada Kejuaraan Pencak Silat Nasional Tingkat
SMA/SMK/MA/sederajat. Istimewanya lagi, sertifikat juara dari ajang ini telah
terkurasi di Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional), sehingga dapat dijadikan
tiket emas pendukung untuk jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB)
masuk ke UGM Kejuaraan Pencak Silat Nasional Tingkat SMA/SMK/MA/sederajat.
Di tengah kepungan ribuan atlet
sekolah umum dan pusat pelatihan daerah, delegasi berbasis pesantren dari
Minhaajurrosyidiin terbukti mampu bersaing ketat di papan atas melalui dua
kategori utama yaitu seni dan tanding.
Kombinasi ketukan jurus yang
presisi, kekompakan kilat, dan keindahan gerak tingkat tinggi ditunjukkan oleh
trio pendekar dari SMA Minhaajurrosyidiin. Tampil percaya diri di kategori Seni
Beregu Putra, tiga santri kelas XI sukses membawa pulang Juara 2 (Medali Perak)
Yayasan Ponpes Minhaajurrosyidiin:
* M. Ferdi F. H (Kelas XI)
* M. Jafana Al Alam (Kelas XI)
* Arsha Fathi. M (Kelas XI)
Selain itu pertarungan sengit penuh drama terjadi di kategori Tanding (Laga). Juntac Palelo, santri tangguh kelas 11 Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Minhaajurrosyidiin, harus melewati rute pertandingan yang sangat terjal.
Langkahnya menuju babak final
harus tertahan di semifinal setelah bentrok fisik dalam tensi tinggi melawan
pesilat elite dari Pusat Latihan Daerah (Platda) Jawa Tengah. Meski harus
mengakui keunggulan lawan di poin-poin akhir, semangat pantang menyerah Juntac
berhasil mengunci posisi Juara 3 (Medali Perunggu) nasional.
Pencapaian luar biasa di tingkat nasional ini menegaskan kembali status Ponpes Minhaajurrosyidiin sebagai salah satu kantong pesilat santri terbaik di Indonesia, yang tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan (alim-faqih), tetapi juga tangguh dan berprestasi di tingkat olahraga nasional.
No comments:
Post a Comment