JAKARTA – Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin Jakarta menghadiri undangan seminar nasional yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bekerja sama dengan mitra strategis. Seminar bertajuk “Sinergi Pendidikan Berbasis Nilai Keagamaan, Hak Anak, dan Ramah Lingkungan” ini diselenggarakan sebagai bagian dari akselerasi pembentukan Pondok Pesantren Ramah Anak di seluruh Indonesia.
Kehadiran perwakilan Ponpes Minhajurrosyidin dalam seminar ini menegaskan komitmen lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren untuk proaktif menciptakan ekosistem belajar yang sehat, inklusif, dan aman bagi seluruh santri.
Sambutan Menteri Agama RIMenteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dalam sambutan utamanya menegaskan bahwa perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan merupakan amanat konstitusi sekaligus perintah agama yang mutlak dipenuhi."Pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan hidup bermartabat. Kita menerapkan prinsip zero tolerance (nol toleransi) terhadap segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, maupun kekerasan seksual di lingkungan pendidikan Islam," tegas Menag Nasaruddin Umar.
Menag juga menambahkan bahwa konsep ramah anak bukan berarti membebaskan santri dari aturan. Sebaliknya, pesantren didorong untuk mentransformasikan pola disiplin berbasis rasa takut menjadi pengasuhan positif yang mengedepankan akhlak dan kasih sayang, tanpa mengurangi nilai ketegasan yang menjadi ciri khas pesantren.
Acara utama dalam seminar ini ditandai dengan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Dukungan Layanan Pendidikan Bermutu. Kerja sama strategis ini diteken langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin bersama Chief Executive Officer (CEO) Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar.
Kehadiran perwakilan Ponpes Minhajurrosyidin dalam seminar ini menegaskan komitmen lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren untuk proaktif mendukung ekosistem belajar yang aman bagi seluruh santri, sekaligus menyelaraskan program kepesantrenan dengan poin-poin kemitraan nasional tersebut.

No comments:
Post a Comment