16 May 2026

Tingkatkan Kompetensi Kurban, Tiga Perwakilan Ponpes Minhaajurrosyidiin Ikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal Bersertifikat

Jakarta, 16 Mei 2026 – Menjelang pelaksanaan ibadah kurban, Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin mengirimkan tiga perwakilannya untuk mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Senayan, Jakarta.

Tiga peserta dari Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin tersebut adalah Supriyatna, Aji Prasetyo, dan Sobirin. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya pesantren dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan pangan.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan melalui sinergi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, serta LDII Halal Center (LHC). Pelatihan berskala besar tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah yang dipersiapkan untuk menjadi juru sembelih halal yang terampil, memahami fikih penyembelihan, serta mampu menerapkan standar kesehatan modern.

Dalam sambutannya, perwakilan DPW LDII Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa peran juru sembelih halal sangat penting dalam menentukan kehalalan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Karena itu, pelatihan Juleha tidak hanya menekankan kemampuan teknis penyembelihan, tetapi juga pemahaman terhadap hukum syariat dan aspek kesehatan hewan.

Melalui kolaborasi dengan LDII Halal Center dan DKPKP DKI Jakarta, para peserta dibekali materi mengenai rukun penyembelihan, tata cara penyembelihan sesuai syariat, serta penerapan prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan. Prinsip ini penting agar proses penyembelihan dilakukan dengan baik, mengurangi stres pada hewan, dan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Selain itu, instruktur dari DKPKP DKI Jakarta juga memberikan pemaparan mengenai standar ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Peserta mendapatkan pemahaman tentang pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih atau ante-mortem, serta pemeriksaan kelayakan daging setelah proses penyembelihan.

Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menyiapkan pelaksanaan kurban yang lebih profesional, tertib, dan sesuai tuntunan syariat. Dengan adanya peserta yang mengikuti pelatihan Juleha bersertifikat, diharapkan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan pesantren dapat semakin baik, aman, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Keikutsertaan tiga perwakilan tersebut juga menjadi wujud komitmen Ponpes Minhaajurrosyidiin dalam mendukung penyediaan pangan halal, sehat, dan berkualitas, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada umat dalam momentum ibadah kurban.

13 May 2026

Atlet Muda Ponpes Minhajurrosyidiin Wakili Persinas ASAD dalam Sosialisasi Peraturan Baru Persilat 2026

JAKARTA – Bertempat di Padepokan Pencak Silat Indonesia TMII, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar agenda penting terkait masa depan olahraga bela diri kebanggaan bangsa. Selama dua hari, tepatnya pada 11-12 Mei 2026, dilaksanakan sosialisasi serta peragaan peraturan terbaru Federasi Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa). 

Sebagai organisasi internasional tertinggi yang didirikan sejak 11 Maret 1980 oleh empat negara pelopor—Indonesia (IPSI), Malaysia (PESAKA), Singapura (PERSISI), dan Brunei Darussalam (PERSIB)—Persilat terus bertransformasi. Dalam momentum krusial ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidiin mengirimkan delegasi atlet muda terbaiknya untuk mewakili Persinas ASAD. Sebanyak lima atlet pilihan dipercaya untuk bersinergi langsung dengan Dewan Prestasi PB IPSI guna merumuskan dan memperagakan regulasi baru pertandingan Pencak Silat 2026  yang akan berlaku secara global.

Perluas Literasi Keuangan, Ponpes Minhajurrosyidin Resmikan GIS Ekosistem EPIKS OJK

 

Pimpinan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, KH Chairul Baihaqi, secara resmi membuka dan meresmikan Galeri Investasi Syariah (GIS) di Sekolah Tinggi Agama Islam Minhajurrosyidin (STAIMI Jakarta) pada Selasa, 12 Mei 2026. Peresmian agenda strategis nasional tersebut meliputi kolaborasi multi-sektor, integrasi ekosistem keuangan dan pendampingan praktis.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek berkerja sama dengan Ponpes Minhaajurrosyidiin, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Phintraco Sekuritas. Pendirian galeri ini merupakan tindak lanjut konkret dari program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) yang dicanangkan OJK di pesantren tersebut.

PT Phintraco Sekuritas membentuk Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) guna memberikan bimbingan teori dan praktik langsung mengenai trading dan saham syariah emiten BEI bagi santri serta mahasiswa. Fasilitas ini berfungsi memperluas literasi keuangan generasi muda agar tidak terbatas pada sektor perbankan, melainkan mencakup pemahaman komprehensif atas instrumen pasar modal syariah sejak dini

06 May 2026

Ponpes Minhajurrosyidin Kembali Jadi Tuan Rumah Seleksi Pesilat Unggul Cipayung di O2SN 2026

 

JAKARTA – Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, resmi ditunjuk kembali menjadi salah satu pusat pembinaan dan arena seleksi cabang olahraga pencak silat dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2026 pada hari Minggu,  3 Mei 2026. Pelaksanaan seleksi langsung tingkat Kecamatan Cipayung, termasuk kompetisi fisik pencak silat dilaksanakan di Padepokan Minhajurrosyidin. Fasilitas olahraga yang terintegrasi langsung dengan padepokan PERSINAS ASAD ini siap menyaring talenta muda terbaik dari tingkat sekolah dasar hingga menengah di wilayah Kecamatan Cipayung. 

Pelaksanaan O2SN tahun ini mengacu pada panduan teknis terbaru yang dirilis oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain pencak silat, ajang talenta tahunan ini juga memperlombakan cabang olahraga utama lainnya seperti atletik, renang, bulu tangkis, dan panjat tebing.

Khusus di Minhajurrosyidin, fokus utama seleksi pencak silat akan diarahkan pada kategori Jurus Tunggal (Putra/Putri) serta beberapa kelas tanding. Para pelatih lokal menyatakan bahwa persiapan atlet telah digenjot sejak awal tahun guna mempertahankan dominasi wilayah Jakarta Timur di tingkat provinsi hingga nasional.


24 April 2026

Sederet Tokoh Nasional dan Internasional Padati Halal Bihalal B57+ Asia Pacific di Istiqlal

Dewan Masayikh Ponpes Minhajurrosyidin H. Dwi Pramono, Lc, M.S.I menghadiri undangan Halal Bihalal B57+ Asia Pacific Regional Chapter di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026. Halal Bihalal B57+ Asia Pacific Regional Chapter menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi ekonomi Islam lintas negara, dengan semangat “Strengthening Islamic Economic Synergy: From Ukhuwah to Global Economic Partnership.” 

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Umum B57+ Asia Pacific Regional Chapter Arsjad Rasjid, dan sejumlah perwakilan duta besar negara-negara anggota B57+.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian memperkuat kolaborasi bisnis antar sektor dari lintas negara di Asia Pasific yang merupakan anggota organisasi kerja sama Islam dengan membahas ekonomi halal dan peluang Indonesia sebagai motor penggerak industri halal dunia. Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar juga menyampaikan, ekonomi syariah memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi krisis global. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi bisnis lintas negara dalam kerangka B57+ yang mendorong integrasi ekonomi dunia Islam.

22 April 2026

Pesantren Minhaajurrosyidiin Luncurkan RVM, Dorong Ekonomi Hijau dan Literasi Keuangan Syariah

Jakarta — Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menegaskan komitmennya sebagai pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dengan meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) dalam rangka memperingati Hari Bumi, Rabu (22/4/2026). Inovasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, K.H. Chairul Baihaqi, menyampaikan bahwa konsep utama yang dikembangkan adalah zero waste, di mana seluruh sampah diolah menjadi sumber daya bernilai guna.

“Konsep kami adalah tidak ada sampah terbuang karena semuanya diolah menjadi nilai ekonomi bagi warga dan masyarakat sekitar. Kami mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk serta mendukung pertanian dan peternakan internal pesantren,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran RVM melengkapi sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan, baik untuk sampah organik maupun anorganik. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari implementasi ekoteologi, yaitu pendekatan yang menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama melalui pendidikan dan dakwah.

Kegiatan ini turut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Syariah Indonesia dalam kerangka penguatan ekosistem inklusi keuangan syariah melalui program EPICS.

Kepala Direktorat Edukasi Perlindungan Konsumen, Nuning Isnainijati, menilai langkah pesantren ini sebagai model integrasi antara pengelolaan lingkungan dan literasi keuangan syariah.


“Peresmian Reverse Vending Machine ini menjadi langkah strategis dalam pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular di pesantren. Program ini sekaligus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah masyarakat melalui implementasi EPICS secara berkelanjutan,” katanya.

Senada, Department Head BSI, Harsaid Yusuf Bakhtiar, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan akses layanan keuangan.

Menurutnya, keberadaan RVM dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal produk keuangan syariah, mulai dari tabungan, investasi emas, hingga perencanaan keuangan, sehingga mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Selain itu, Ponpes Minhaajurrosyidiin selalu berperan aktif dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program peningkatan nilai ekonomi sampah plastik. Para santri tidak hanya diajak peduli terhadap lingkungan, tetapi juga dibekali pemahaman bahwa sampah dapat menjadi peluang usaha yang nyata.

Kolaborasi antara pesantren, regulator, dan industri keuangan ini diharapkan mampu melahirkan model ekonomi hijau berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Inisiatif Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin pun dinilai berpotensi direplikasi secara nasional sebagai solusi pengelolaan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi umat.

Dengan semangat “Santri Berdaya, Sampah Bernilai, Ekonomi Bangkit”, program ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu menjadi pusat inovasi sosial yang mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian lingkungan, dan kemandirian ekonomi.

14 April 2026

Kepala Kantor Kemenag Jakarta Timur Pantau Langsung Pelaksanaan TKA PKPPS/PDF Wustho di Ponpes Minhajurrosyidin

JAKARTA TIMUR – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Administrasi Jakarta Timur, H. Affan Sofwan, S.H.I, melakukan monitoring langsung pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) tingkat Wustho di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Senin (13/04/2026).

​Dalam peninjauan tersebut, H. Affan Sofwan didampingi oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren), Silvia Hanim, SE.MM, guna memastikan kelancaran teknis dan administratif di lapangan.

Pastikan Standar dan Mitigasi Kendala

H. Affan Sofwan menegaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari kewajiban institusional untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

​"Monitoring TKA bukan sekadar kunjungan, melainkan kewajiban untuk memastikan seluruh proses di lapangan berjalan sesuai standar. Fokus utama kami adalah mengidentifikasi kendala secara dini agar dapat segera ditemukan solusinya dan ditindaklanjuti dengan tepat," ujar Kakan Kemenag dalam keterangannya.

​Beliau menambahkan bahwa sebagai bagian dari program nasional, Kemenag Jakarta Timur berkomitmen penuh dalam mendukung dan mengawal kesuksesan TKA demi masa depan generasi bangsa.

​Apresiasi Kesiapan Santri dan Pengurus

Berdasarkan hasil pantauan dan wawancara dengan para asatidz, pelaksanaan TKA di Ponpes Minhajurrosyidin dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Para santri terlihat mengikuti ujian dengan penuh keseriusan dan kesiapan mental yang matang.

​"Alhamdulillah, kendala-kendala teknis yang sempat dikhawatirkan tidak terjadi di lapangan. Melihat semangat di Pesantren Minhajurrosyidin pagi ini memberikan keyakinan bahwa masa depan umat ada di tangan yang tepat," ungkap H. Affan Sofwan.

​Pesan Keseimbangan Belajar dan Ibadah

Di sela-sela monitoring, Kakan Kemenag turut memberikan motivasi kepada para santri dan pengurus pondok pesantren. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek intelektual dan spiritual.

​"Kepada para santri, teruslah berjuang. Kuatkan belajar, kencangkan ibadah. Keduanya adalah sayap yang akan membawa kalian pada kesuksesan," pesannya.

​Kepada jajaran pengurus, beliau berpesan agar senantiasa menjadikan amanah dan kejujuran sebagai pondasi utama dalam mendidik. "Apa yang saya lihat hari ini sungguh luar biasa. Tetaplah serius, sungguh-sungguh, dan jaga amanah ini Lil Ummah. Dengan hati yang tulus, insya Allah jalan menuju kebaikan akan selalu dibukakan oleh Allah SWT," pungkasnya.

​Kegiatan monitoring ini ditutup dengan harapan agar seluruh santri yang mengikuti TKA mendapatkan hasil yang maksimal dan menjadi generasi yang unggul bagi bangsa dan agama.

13 April 2026

Marsma TNI (Purn) H. Sukur Hadiri Munas IPSI 2026, Tegaskan Pentingnya Karakter dan Prestasi

Ketua Umum Yayasan Ponpes Minhajurrosyidin Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han) sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) 2026 sebagai bentuk komitmen mendukung perkembangan pencak silat nasional. 

Acara bergengsi ini secara resmi dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto. Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Masa Bakti 2026–2030 tersebut diselenggarakan di Ruang Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat. Menurutnya, lebih dari sekadar olahraga dan bela diri, pencak silat adalah bagian dari budaya bangsa.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga Wakil Ketua Umum IPSI, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Penyelenggaraan Munas XVI IPSI diharapkan menjadi tonggak penting dalam membawa pencak silat semakin mendunia, bukan hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai simbol kekuatan budaya Indonesia yang dihormati di kancah internasional.

12 April 2026

HEBITREN DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi di Cipayung

Jakarta, 11 April 2026 — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi bersama pengurus DPW dan DPD se-DKI Jakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 atau bertepatan dengan 22 Syawal 1447 H, bertempat di Pondok Pesantren Fisabilillah, Cipayung, Jakarta Timur.

Acara yang semula direncanakan pada Jumat, 10 April 2026, mengalami penjadwalan ulang karena kendala teknis. Meski demikian, antusiasme para pengurus tetap tinggi untuk menghadiri kegiatan yang menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan dimulai pada pukul 12.00 WIB dengan diawali pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan makan siang bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Halal bihalal ini menjadi sarana untuk saling bermaaf-maafan serta memperkuat ukhuwah di antara para pengurus Hebitren se-DKI Jakarta.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan rapat koordinasi yang membahas berbagai program strategis organisasi, khususnya dalam pengembangan ekonomi pesantren di wilayah DKI Jakarta. Rapat ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara DPW dan DPD dalam menjalankan program kerja yang berdampak langsung bagi pemberdayaan ekonomi umat.

Ketua DPW Hebitren DKI Jakarta, Dr. M.I. Sofwan Yahya, Lc., M.Hum., bersama Sekretaris H. Saiful Arifin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengurus serta menekankan pentingnya kolaborasi dan konsolidasi organisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Ust. H. Ujang Saepudin, yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara dan memberikan dukungan terhadap penguatan sinergi antar pesantren dalam wadah Hebitren.

Adapun peserta yang hadir meliputi seluruh pengurus DPW Hebitren Provinsi DKI Jakarta serta perwakilan pengurus DPD dari lima wilayah kota administrasi, yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat, masing-masing sebanyak enam orang perwakilan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Hebitren DKI Jakarta semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai motor penggerak ekonomi berbasis pesantren, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

27 March 2026

Silaturrahim Syawal Ponpes Minhajurrosyidiin Pererat Sinergi dengan Tokoh Cipayung

Dalam rangka mempererat ukhuwah serta menjaga hubungan kelembagaan, perwakilan Pondok Pesantren Minhajurrosyidiin yang diwakili oleh Sekretaris dan Humas Pondok Pesantren pada Juma't, (27/3) melakukan kunjungan silaturrahim Syawal (Open House Lebaran) ke kediaman Hj. Dwi Hartanti, S.Sos., MM, Ketua Umum FK LMK Provinsi DKI Jakarta, yang berlokasi di Jl. Basuki RT 004 RW 02, Cilangkap.

Kegiatan silaturrahim yang berlangsung dalam suasana Idulfitri ini berjalan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Momentum Syawal dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling bermaaf-maafan sekaligus memperkuat komunikasi antara unsur pesantren dengan pemerintah serta tokoh masyarakat di wilayah Cipayung. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Cipayung, yang memberikan nuansa religius dalam kegiatan silaturrahim. Selain itu, hadir pula Camat Cipayung, para lurah se-Kecamatan Cipayung, serta pengurus RW wilayah Cipayung. Kehadiran unsur pemerintah ini menunjukkan kuatnya sinergi antara lembaga keagamaan dan aparatur wilayah.

Acara juga dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat Cipayung, serta unsur TNI dan Polri, di antaranya Dandim, jajaran Polsek, dan Danramil setempat. Kehadiran lintas sektor tersebut semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun wilayah yang kondusif dan harmonis.

Perwakilan Ponpes Minhajurrosyidiin menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi Syawal ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Dalam suasana Lebaran yang penuh keberkahan, seluruh pihak saling berjabat tangan dan menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin.

Suasana keakraban terlihat sepanjang kegiatan, diwarnai dengan dialog santai dan penuh kekeluargaan. Silaturahmi Syawal ini diharapkan dapat terus memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang religius, aman, dan sejahtera di wilayah Cipayung.

11 March 2026

Pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidiin Hadiri Silaturahim Ulama dan Umara di Jakarta Timur

Jakarta Timur, 11 Maret 2026 — Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, KH. Chairul Baihaqi, menghadiri acara Silaturahmi Antar Ulama dan Umara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Pola Lantai 2 Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, bersama jajaran pemerintah kota sebagai upaya mempererat hubungan antara para ulama dan pemimpin pemerintahan dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Wali Kota Munjirin menegaskan bahwa silaturahmi antara ulama dan umara memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Ulama berperan sebagai pewaris para nabi yang memberikan tuntunan moral dan spiritual kepada umat, sementara umara memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Apabila ulama dan umara berjalan beriringan, saling bersinergi, dan saling menguatkan, maka insyaallah kehidupan masyarakat akan semakin harmonis, pembangunan berjalan dengan baik, dan nilai-nilai keagamaan tetap terjaga di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang,” ujar Munjirin.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan di wilayah Jakarta Timur tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh dukungan serta peran aktif para ulama dan tokoh agama dalam membina umat serta menjaga kerukunan masyarakat.

Melalui forum silaturahmi ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap dapat semakin mempererat komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta menyamakan langkah antara pemerintah dan para ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah alim ulama dan habaib, di antaranya KH. M. Thamrin yang juga anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi D, KH. Munawir Aseli, Al Habib Muhammad bin Abdurahman Assegaf, Al Habib Hud bin Baghir Al Athos, KH. Dimyati Umar, KH. Abdul Malik, KH. M. Machdum, KH. Zainal Arifin Ghufron, serta KH. M. Bazzar Al Banjari.

Sementara dari jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur turut hadir Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto, Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan, para Asisten Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Kehadiran KH. Chairul Baihaqi sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menjadi bagian dari kontribusi pesantren dalam memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah, khususnya dalam pembinaan umat, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pembangunan masyarakat yang lebih baik di wilayah Jakarta Timur.


28 November 2025

Halaqah Penguatan Kelembagaan Dorong Pembentukan Ditjen Pesantren

Pesantren, Ekoteologi dan Kemandirian Ekonomi Umat jadi Fokus Pembahasan

Jakarta – Ratusan ketua dan pengelola pondok pesantren se-DKI Jakarta menghadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren dengan tema “Pesantren, Ekoteologi dan Kemandirian Ekonomi Umat” yang diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis, 27 November 2025, pukul 13.00–16.10 WIB.


Halaqah ini merupakan bagian dari rangkaian diskusi yang digagas Kementerian Agama RI untuk menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan – mulai dari akademisi, pimpinan dan pengasuh pesantren, hingga praktisi – terkait rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.

Direktur Pesantren Basnang Said dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembentukan Ditjen Pesantren merupakan langkah strategis pemerintah untuk menata dan memperkuat ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia.

“Pembentukan Ditjen Pesantren sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang telah disetujui oleh Presiden, sebagai langkah strategis untuk menata dan memperkuat ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia,” ujar Basnang Said.

Basnang menambahkan, melalui forum halaqah ini diharapkan terbangun pemahaman dan komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, dan kalangan pesantren mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai ekoteologi dan kemandirian ekonomi umat dalam penguatan kelembagaan pesantren.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul kesepahaman bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga aktor penting dalam menjaga lingkungan serta menggerakkan kemandirian ekonomi umat,” lanjutnya.

Sebagai narasumber utama dalam halaqah ini hadir Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan dan Pimpinan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta Barat yang memaparkan pengalaman, praktik baik, dan tantangan pesantren dalam mengembangkan kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sesi diskusi, para peserta berdialog dan menyampaikan masukan terkait desain kelembagaan Ditjen Pesantren, mulai dari kewenangan, program prioritas, hingga skema dukungan pemerintah terhadap pesantren dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan penguatan karakter santri.

Halaqah ini juga diikuti oleh berbagai pesantren di wilayah DKI Jakarta, di antaranya Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin Lubang Buaya, Pondok Gede, Pondok Minhaajushobirin Jakarta Utara, dan Pondok Pesantren Baitul Muttaqin Cengkareng Jakarta Barat, bersama ratusan pondok pesantren lainnya. Kehadiran para pimpinan pesantren tersebut menunjukkan tingginya perhatian dan harapan terhadap kehadiran Ditjen Pesantren sebagai representasi kepentingan pesantren di tingkat nasional.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama menghimpun berbagai gagasan dan rekomendasi dari lapangan yang nantinya akan menjadi bahan penguatan desain kelembagaan dan program kerja Direktorat Jenderal Pesantren, sehingga benar-benar berpihak pada peningkatan mutu pendidikan, kemandirian ekonomi, dan peran strategis pesantren dalam membangun peradaban umat.

25 October 2025

Pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidiin Hadiri “Malam Bakti Santri untuk Negeri” Puncak Hari Santri 2025 di TMII

Jakarta, 24 Oktober 2025 — Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin beserta jajaran menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri, agenda puncak Peringatan Hari Santri 2025 yang digelar di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Jumat malam. Acara ini menegaskan komitmen santri untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan penguatan kebijakan bagi dunia pesantren. Menag menegaskan, pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren merupakan amanah besar untuk mempercepat, mengefektifkan, dan memperluas layanan negara kepada pesantren di seluruh Indonesia. 

Dalam tayangan video yang diputar pada acara puncak, Presiden Prabowo menyatakan telah merestui pembentukan Ditjen Pesantren di bawah Kementerian Agama sebagai langkah strategis memperhatikan, melindungi, serta meningkatkan kesejahteraan pesantren dan santri. Presiden juga mengajak santri meneguhkan semangat kebangsaan dengan meneladani spirit Resolusi Jihad sebagai tonggak sejarah perjuangan bangsa.

Menag menambahkan, pesantren kini bergerak semakin kuat sebagai pusat ilmu, dakwah, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi umat. Data Kementerian Agama mencatat, hingga 2025 terdapat 42.369 pesantren yang tersebar di seluruh Nusantara dengan jutaan santri yang menuntut ilmu—menandai besarnya ekosistem pesantren dalam pembangunan manusia Indonesia.

Kehadiran Pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidiin yang diwakili sekretaris pondok pesantren H. Ujang Saepudin, ST., SPd.I pada momen puncak Hari Santri ini, menjadi wujud dukungan terhadap agenda penguatan ekosistem pesantren—mulai dari tata kelola, layanan pendidikan, kesehatan santri, hingga perluasan akses beasiswa dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Lembaga kami menyambut baik arah kebijakan nasional yang semakin berpihak pada dunia pesantren dan siap berkolaborasi untuk melahirkan generasi santri yang berakhlak, berilmu, dan berdampak bagi negeri.

22 October 2025

Paskibra Ponpes Minhajurrosyidin Ikut Sukseskan Upacara Hari Santri 2025 di Kemenag Jakarta Timur

Jakarta Timur, Rabu, 22 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober, Paskibra Pondok Pesantren Minhajurrosyidin ambil bagian pada Upacara Hari Santri 2025 di Lapangan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Timur. Upacara berlangsung khidmat pada Rabu pagi dengan dihadiri jajaran ASN Kemenag Jakarta Timur, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, serta perwakilan santri dari berbagai pesantren di wilayah Jakarta Timur.

Pada kesempatan tersebut, santri Ponpes Minhajurrosyidin juga dipercaya menjadi komandan upacara sekaligus petugas pembaca Naskah Undang-Undang Dasar 1945, menunjukkan kedisiplinan serta kesiapan generasi santri dalam tugas-tugas protokoler kenegaraan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Timur, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum, menyampaikan pidato resmi Menteri Agama RI. Dalam amanatnya, ia menegaskan kembali peran historis dan strategis santri dalam menjaga kemerdekaan Indonesia, sekaligus mendorong santri untuk menumbuhkan nilai keikhlasan, ketekunan, dan cinta tanah air dalam kiprah sehari-hari.

Mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia, peringatan Hari Santri tahun ini menekankan pentingnya santri menguasai kitab sekaligus melek teknologi digital, agar nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dapat hadir sebagai solusi dan rujukan di tingkat global. Pesan tersebut menjadi garis besar upacara dan disambut antusias oleh para peserta.

Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama dan salam kebangsaan. Partisipasi aktif Paskibra Ponpes Minhajurrosyidin dalam prosesi pengibaran bendera serta pembacaan naskah konstitusi menjadi sorotan positif, menggambarkan perpaduan spirit keagamaan, kedisiplinan, dan nasionalisme di kalangan santri. 

BMT Rukun Abadi Gelar Edukasi Literasi Keuangan Syariah di Ponpes Minhajurrosyidiin

Jakarta Timur – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah BMT Rukun Abadi menggelar program edukasi literasi keuangan syariah bagi ratu...