22 April 2026

Pesantren Minhaajurrosyidiin Luncurkan RVM, Dorong Ekonomi Hijau dan Literasi Keuangan Syariah

Jakarta — Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menegaskan komitmennya sebagai pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dengan meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) dalam rangka memperingati Hari Bumi, Rabu (22/4/2026). Inovasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, K.H. Chairul Baihaqi, menyampaikan bahwa konsep utama yang dikembangkan adalah zero waste, di mana seluruh sampah diolah menjadi sumber daya bernilai guna.

“Konsep kami adalah tidak ada sampah terbuang karena semuanya diolah menjadi nilai ekonomi bagi warga dan masyarakat sekitar. Kami mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk serta mendukung pertanian dan peternakan internal pesantren,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran RVM melengkapi sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan, baik untuk sampah organik maupun anorganik. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari implementasi ekoteologi, yaitu pendekatan yang menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama melalui pendidikan dan dakwah.

Kegiatan ini turut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Syariah Indonesia dalam kerangka penguatan ekosistem inklusi keuangan syariah melalui program EPICS.

Kepala Direktorat Edukasi Perlindungan Konsumen, Nuning Isnainijati, menilai langkah pesantren ini sebagai model integrasi antara pengelolaan lingkungan dan literasi keuangan syariah.


“Peresmian Reverse Vending Machine ini menjadi langkah strategis dalam pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular di pesantren. Program ini sekaligus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah masyarakat melalui implementasi EPICS secara berkelanjutan,” katanya.

Senada, Department Head BSI, Harsaid Yusuf Bakhtiar, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan akses layanan keuangan.

Menurutnya, keberadaan RVM dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal produk keuangan syariah, mulai dari tabungan, investasi emas, hingga perencanaan keuangan, sehingga mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Selain itu, Ponpes Minhaajurrosyidiin selalu berperan aktif dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program peningkatan nilai ekonomi sampah plastik. Para santri tidak hanya diajak peduli terhadap lingkungan, tetapi juga dibekali pemahaman bahwa sampah dapat menjadi peluang usaha yang nyata.

Kolaborasi antara pesantren, regulator, dan industri keuangan ini diharapkan mampu melahirkan model ekonomi hijau berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Inisiatif Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin pun dinilai berpotensi direplikasi secara nasional sebagai solusi pengelolaan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi umat.

Dengan semangat “Santri Berdaya, Sampah Bernilai, Ekonomi Bangkit”, program ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu menjadi pusat inovasi sosial yang mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian lingkungan, dan kemandirian ekonomi.

14 April 2026

Kepala Kantor Kemenag Jakarta Timur Pantau Langsung Pelaksanaan TKA PKPPS/PDF Wustho di Ponpes Minhajurrosyidin

JAKARTA TIMUR – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Administrasi Jakarta Timur, H. Affan Sofwan, S.H.I, melakukan monitoring langsung pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) tingkat Wustho di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Senin (13/04/2026).

​Dalam peninjauan tersebut, H. Affan Sofwan didampingi oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren), Silvia Hanim, SE.MM, guna memastikan kelancaran teknis dan administratif di lapangan.

Pastikan Standar dan Mitigasi Kendala

H. Affan Sofwan menegaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari kewajiban institusional untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

​"Monitoring TKA bukan sekadar kunjungan, melainkan kewajiban untuk memastikan seluruh proses di lapangan berjalan sesuai standar. Fokus utama kami adalah mengidentifikasi kendala secara dini agar dapat segera ditemukan solusinya dan ditindaklanjuti dengan tepat," ujar Kakan Kemenag dalam keterangannya.

​Beliau menambahkan bahwa sebagai bagian dari program nasional, Kemenag Jakarta Timur berkomitmen penuh dalam mendukung dan mengawal kesuksesan TKA demi masa depan generasi bangsa.

​Apresiasi Kesiapan Santri dan Pengurus

Berdasarkan hasil pantauan dan wawancara dengan para asatidz, pelaksanaan TKA di Ponpes Minhajurrosyidin dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Para santri terlihat mengikuti ujian dengan penuh keseriusan dan kesiapan mental yang matang.

​"Alhamdulillah, kendala-kendala teknis yang sempat dikhawatirkan tidak terjadi di lapangan. Melihat semangat di Pesantren Minhajurrosyidin pagi ini memberikan keyakinan bahwa masa depan umat ada di tangan yang tepat," ungkap H. Affan Sofwan.

​Pesan Keseimbangan Belajar dan Ibadah

Di sela-sela monitoring, Kakan Kemenag turut memberikan motivasi kepada para santri dan pengurus pondok pesantren. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek intelektual dan spiritual.

​"Kepada para santri, teruslah berjuang. Kuatkan belajar, kencangkan ibadah. Keduanya adalah sayap yang akan membawa kalian pada kesuksesan," pesannya.

​Kepada jajaran pengurus, beliau berpesan agar senantiasa menjadikan amanah dan kejujuran sebagai pondasi utama dalam mendidik. "Apa yang saya lihat hari ini sungguh luar biasa. Tetaplah serius, sungguh-sungguh, dan jaga amanah ini Lil Ummah. Dengan hati yang tulus, insya Allah jalan menuju kebaikan akan selalu dibukakan oleh Allah SWT," pungkasnya.

​Kegiatan monitoring ini ditutup dengan harapan agar seluruh santri yang mengikuti TKA mendapatkan hasil yang maksimal dan menjadi generasi yang unggul bagi bangsa dan agama.

12 April 2026

HEBITREN DKI Jakarta Gelar Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi di Cipayung

Jakarta, 11 April 2026 — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi bersama pengurus DPW dan DPD se-DKI Jakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 atau bertepatan dengan 22 Syawal 1447 H, bertempat di Pondok Pesantren Fisabilillah, Cipayung, Jakarta Timur.

Acara yang semula direncanakan pada Jumat, 10 April 2026, mengalami penjadwalan ulang karena kendala teknis. Meski demikian, antusiasme para pengurus tetap tinggi untuk menghadiri kegiatan yang menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan dimulai pada pukul 12.00 WIB dengan diawali pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan makan siang bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Halal bihalal ini menjadi sarana untuk saling bermaaf-maafan serta memperkuat ukhuwah di antara para pengurus Hebitren se-DKI Jakarta.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan rapat koordinasi yang membahas berbagai program strategis organisasi, khususnya dalam pengembangan ekonomi pesantren di wilayah DKI Jakarta. Rapat ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara DPW dan DPD dalam menjalankan program kerja yang berdampak langsung bagi pemberdayaan ekonomi umat.

Ketua DPW Hebitren DKI Jakarta, Dr. M.I. Sofwan Yahya, Lc., M.Hum., bersama Sekretaris H. Saiful Arifin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengurus serta menekankan pentingnya kolaborasi dan konsolidasi organisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Ust. H. Ujang Saepudin, yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara dan memberikan dukungan terhadap penguatan sinergi antar pesantren dalam wadah Hebitren.

Adapun peserta yang hadir meliputi seluruh pengurus DPW Hebitren Provinsi DKI Jakarta serta perwakilan pengurus DPD dari lima wilayah kota administrasi, yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat, masing-masing sebanyak enam orang perwakilan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Hebitren DKI Jakarta semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai motor penggerak ekonomi berbasis pesantren, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

27 March 2026

Silaturrahim Syawal Ponpes Minhajurrosyidiin Pererat Sinergi dengan Tokoh Cipayung

Dalam rangka mempererat ukhuwah serta menjaga hubungan kelembagaan, perwakilan Pondok Pesantren Minhajurrosyidiin yang diwakili oleh Sekretaris dan Humas Pondok Pesantren pada Juma't, (27/3) melakukan kunjungan silaturrahim Syawal (Open House Lebaran) ke kediaman Hj. Dwi Hartanti, S.Sos., MM, Ketua Umum FK LMK Provinsi DKI Jakarta, yang berlokasi di Jl. Basuki RT 004 RW 02, Cilangkap.

Kegiatan silaturrahim yang berlangsung dalam suasana Idulfitri ini berjalan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Momentum Syawal dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling bermaaf-maafan sekaligus memperkuat komunikasi antara unsur pesantren dengan pemerintah serta tokoh masyarakat di wilayah Cipayung. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Cipayung, yang memberikan nuansa religius dalam kegiatan silaturrahim. Selain itu, hadir pula Camat Cipayung, para lurah se-Kecamatan Cipayung, serta pengurus RW wilayah Cipayung. Kehadiran unsur pemerintah ini menunjukkan kuatnya sinergi antara lembaga keagamaan dan aparatur wilayah.

Acara juga dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat Cipayung, serta unsur TNI dan Polri, di antaranya Dandim, jajaran Polsek, dan Danramil setempat. Kehadiran lintas sektor tersebut semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun wilayah yang kondusif dan harmonis.

Perwakilan Ponpes Minhajurrosyidiin menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi Syawal ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Dalam suasana Lebaran yang penuh keberkahan, seluruh pihak saling berjabat tangan dan menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin.

Suasana keakraban terlihat sepanjang kegiatan, diwarnai dengan dialog santai dan penuh kekeluargaan. Silaturahmi Syawal ini diharapkan dapat terus memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang religius, aman, dan sejahtera di wilayah Cipayung.

11 March 2026

Pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidiin Hadiri Silaturahim Ulama dan Umara di Jakarta Timur

Jakarta Timur, 11 Maret 2026 — Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, KH. Chairul Baihaqi, menghadiri acara Silaturahmi Antar Ulama dan Umara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Pola Lantai 2 Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, bersama jajaran pemerintah kota sebagai upaya mempererat hubungan antara para ulama dan pemimpin pemerintahan dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.

Dalam sambutannya, Wali Kota Munjirin menegaskan bahwa silaturahmi antara ulama dan umara memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Ulama berperan sebagai pewaris para nabi yang memberikan tuntunan moral dan spiritual kepada umat, sementara umara memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Apabila ulama dan umara berjalan beriringan, saling bersinergi, dan saling menguatkan, maka insyaallah kehidupan masyarakat akan semakin harmonis, pembangunan berjalan dengan baik, dan nilai-nilai keagamaan tetap terjaga di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang,” ujar Munjirin.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan di wilayah Jakarta Timur tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh dukungan serta peran aktif para ulama dan tokoh agama dalam membina umat serta menjaga kerukunan masyarakat.

Melalui forum silaturahmi ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap dapat semakin mempererat komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta menyamakan langkah antara pemerintah dan para ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah alim ulama dan habaib, di antaranya KH. M. Thamrin yang juga anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi D, KH. Munawir Aseli, Al Habib Muhammad bin Abdurahman Assegaf, Al Habib Hud bin Baghir Al Athos, KH. Dimyati Umar, KH. Abdul Malik, KH. M. Machdum, KH. Zainal Arifin Ghufron, serta KH. M. Bazzar Al Banjari.

Sementara dari jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur turut hadir Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto, Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan, para Asisten Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Timur.

Kehadiran KH. Chairul Baihaqi sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menjadi bagian dari kontribusi pesantren dalam memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah, khususnya dalam pembinaan umat, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pembangunan masyarakat yang lebih baik di wilayah Jakarta Timur.


28 November 2025

Halaqah Penguatan Kelembagaan Dorong Pembentukan Ditjen Pesantren

Pesantren, Ekoteologi dan Kemandirian Ekonomi Umat jadi Fokus Pembahasan

Jakarta – Ratusan ketua dan pengelola pondok pesantren se-DKI Jakarta menghadiri Halaqah Penguatan Kelembagaan Pendirian Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren dengan tema “Pesantren, Ekoteologi dan Kemandirian Ekonomi Umat” yang diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis, 27 November 2025, pukul 13.00–16.10 WIB.


Halaqah ini merupakan bagian dari rangkaian diskusi yang digagas Kementerian Agama RI untuk menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan – mulai dari akademisi, pimpinan dan pengasuh pesantren, hingga praktisi – terkait rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.

Direktur Pesantren Basnang Said dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembentukan Ditjen Pesantren merupakan langkah strategis pemerintah untuk menata dan memperkuat ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia.

“Pembentukan Ditjen Pesantren sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang telah disetujui oleh Presiden, sebagai langkah strategis untuk menata dan memperkuat ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia,” ujar Basnang Said.

Basnang menambahkan, melalui forum halaqah ini diharapkan terbangun pemahaman dan komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, dan kalangan pesantren mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai ekoteologi dan kemandirian ekonomi umat dalam penguatan kelembagaan pesantren.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul kesepahaman bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga aktor penting dalam menjaga lingkungan serta menggerakkan kemandirian ekonomi umat,” lanjutnya.

Sebagai narasumber utama dalam halaqah ini hadir Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan dan Pimpinan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta Barat yang memaparkan pengalaman, praktik baik, dan tantangan pesantren dalam mengembangkan kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sesi diskusi, para peserta berdialog dan menyampaikan masukan terkait desain kelembagaan Ditjen Pesantren, mulai dari kewenangan, program prioritas, hingga skema dukungan pemerintah terhadap pesantren dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan penguatan karakter santri.

Halaqah ini juga diikuti oleh berbagai pesantren di wilayah DKI Jakarta, di antaranya Pondok Pesantren Minhaajurrasyidin Lubang Buaya, Pondok Gede, Pondok Minhaajushobirin Jakarta Utara, dan Pondok Pesantren Baitul Muttaqin Cengkareng Jakarta Barat, bersama ratusan pondok pesantren lainnya. Kehadiran para pimpinan pesantren tersebut menunjukkan tingginya perhatian dan harapan terhadap kehadiran Ditjen Pesantren sebagai representasi kepentingan pesantren di tingkat nasional.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama menghimpun berbagai gagasan dan rekomendasi dari lapangan yang nantinya akan menjadi bahan penguatan desain kelembagaan dan program kerja Direktorat Jenderal Pesantren, sehingga benar-benar berpihak pada peningkatan mutu pendidikan, kemandirian ekonomi, dan peran strategis pesantren dalam membangun peradaban umat.

25 October 2025

Pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidiin Hadiri “Malam Bakti Santri untuk Negeri” Puncak Hari Santri 2025 di TMII

Jakarta, 24 Oktober 2025 — Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin beserta jajaran menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri, agenda puncak Peringatan Hari Santri 2025 yang digelar di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Jumat malam. Acara ini menegaskan komitmen santri untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan penguatan kebijakan bagi dunia pesantren. Menag menegaskan, pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren merupakan amanah besar untuk mempercepat, mengefektifkan, dan memperluas layanan negara kepada pesantren di seluruh Indonesia. 

Dalam tayangan video yang diputar pada acara puncak, Presiden Prabowo menyatakan telah merestui pembentukan Ditjen Pesantren di bawah Kementerian Agama sebagai langkah strategis memperhatikan, melindungi, serta meningkatkan kesejahteraan pesantren dan santri. Presiden juga mengajak santri meneguhkan semangat kebangsaan dengan meneladani spirit Resolusi Jihad sebagai tonggak sejarah perjuangan bangsa.

Menag menambahkan, pesantren kini bergerak semakin kuat sebagai pusat ilmu, dakwah, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi umat. Data Kementerian Agama mencatat, hingga 2025 terdapat 42.369 pesantren yang tersebar di seluruh Nusantara dengan jutaan santri yang menuntut ilmu—menandai besarnya ekosistem pesantren dalam pembangunan manusia Indonesia.

Kehadiran Pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidiin yang diwakili sekretaris pondok pesantren H. Ujang Saepudin, ST., SPd.I pada momen puncak Hari Santri ini, menjadi wujud dukungan terhadap agenda penguatan ekosistem pesantren—mulai dari tata kelola, layanan pendidikan, kesehatan santri, hingga perluasan akses beasiswa dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Lembaga kami menyambut baik arah kebijakan nasional yang semakin berpihak pada dunia pesantren dan siap berkolaborasi untuk melahirkan generasi santri yang berakhlak, berilmu, dan berdampak bagi negeri.

22 October 2025

Paskibra Ponpes Minhajurrosyidin Ikut Sukseskan Upacara Hari Santri 2025 di Kemenag Jakarta Timur

Jakarta Timur, Rabu, 22 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober, Paskibra Pondok Pesantren Minhajurrosyidin ambil bagian pada Upacara Hari Santri 2025 di Lapangan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Timur. Upacara berlangsung khidmat pada Rabu pagi dengan dihadiri jajaran ASN Kemenag Jakarta Timur, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, serta perwakilan santri dari berbagai pesantren di wilayah Jakarta Timur.

Pada kesempatan tersebut, santri Ponpes Minhajurrosyidin juga dipercaya menjadi komandan upacara sekaligus petugas pembaca Naskah Undang-Undang Dasar 1945, menunjukkan kedisiplinan serta kesiapan generasi santri dalam tugas-tugas protokoler kenegaraan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Timur, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum, menyampaikan pidato resmi Menteri Agama RI. Dalam amanatnya, ia menegaskan kembali peran historis dan strategis santri dalam menjaga kemerdekaan Indonesia, sekaligus mendorong santri untuk menumbuhkan nilai keikhlasan, ketekunan, dan cinta tanah air dalam kiprah sehari-hari.

Mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia, peringatan Hari Santri tahun ini menekankan pentingnya santri menguasai kitab sekaligus melek teknologi digital, agar nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dapat hadir sebagai solusi dan rujukan di tingkat global. Pesan tersebut menjadi garis besar upacara dan disambut antusias oleh para peserta.

Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama dan salam kebangsaan. Partisipasi aktif Paskibra Ponpes Minhajurrosyidin dalam prosesi pengibaran bendera serta pembacaan naskah konstitusi menjadi sorotan positif, menggambarkan perpaduan spirit keagamaan, kedisiplinan, dan nasionalisme di kalangan santri. 

17 September 2025

Ponpes Minhajurrosyidiin menghelat Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) bersama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia

Jakarta, 15 September 2025 – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) bersama Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM UI) serta Unilever menggelar kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 dengan tema “Senyum Sehat Indonesia”. Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Lubang Buaya, Jakarta Timur, dengan fokus pada edukasi dan pembiasaan hidup sehat di kalangan santri usia dini dan sekolah dasar.

Kegiatan yang berlangsung pada 15 dan 17 September 2025 ini terdiri dari dua agenda utama: Training of Trainers (ToT) bagi guru, komite orang tua, dan dokter kecil; serta Sikat Gigi Bersama (Sigiber) yang diikuti ratusan santri PAUD/RA dan SD Minhaajurrosyidiin.

Latar Belakang: Masalah Serius Kesehatan Gigi

Menurut laporan WHO Global Oral Health Status Report 2022, lebih dari 3,5 miliar orang di dunia menderita penyakit gigi dan mulut, dengan karies gigi sebagai masalah paling umum. Sementara itu, Riskesdas 2023 mencatat 56,9% penduduk Indonesia usia tiga tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut.

Data ini menunjukkan urgensi penguatan layanan promotif dan preventif, khususnya di sekolah dan pesantren. “Anak-anak mencerminkan kebiasaan orang tuanya. Jika orang tua tidak membiasakan sikat gigi dua kali sehari, anak-anak 14 kali lebih sering tidak menyikat gigi secara teratur,” demikian salah satu temuan riset yang dipaparkan tim FKG UI

Pesantren Sebagai Basis Edukasi

Koordinator Pesantren Health Program, drg. Gita Ariffa Sjarkawi, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya Usaha Kesehatan Gigi Sekolah/Pesantren (UKGS).

“Tujuan kami adalah membentuk kebiasaan sehat sejak dini. Santri dan siswa bukan hanya belajar agama dan akademik, tetapi juga kesehatan, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan percaya diri,” ujarnya.

Sambutan juga disampaikan oleh KH. Chairul Baihaqy, pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidiin.

“Kami menyambut baik program ini karena kesehatan gigi dan mulut adalah bagian penting dari ibadah. Santri yang sehat akan lebih semangat belajar dan berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian Kegiatan

Pada sesi ToT (15 September 2025), para guru, komite orang tua, dan dokter kecil mendapat pelatihan langsung dari dosen dan mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Gigi Komunitas FKG UI. Materi yang diberikan meliputi cara menyikat gigi yang benar, penggunaan pasta gigi berfluorida, serta strategi membentuk kebiasaan sehat di lingkungan keluarga dan sekolah.

Sementara itu, pada Sigiber (17 September 2025), ratusan santri melakukan praktik sikat gigi bersama di dalam kelas. Aktivitas ini menjadi simbol komitmen kolektif untuk menjaga kebersihan mulut sejak dini. 

Dukungan Akademisi dan Praktisi

Kegiatan ini turut melibatkan 11 dosen Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Masyarakat-Pencegahan FKG UI, 7 mahasiswa magister, dan 8 mahasiswa profesi kedokteran gigi. Di antaranya hadir pakar kesehatan gigi masyarakat seperti Prof. drg. Risqa Rina Darwita, Ph.D, Prof. drg. Armasastra Bahar, Ph.D, serta Prof. drg. Anton Rahardjo, M.K.M., Ph.D.

Harapan ke Depan

Dengan terlaksananya program ini, FKG UI berharap dapat membantu menurunkan prevalensi karies dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi. Dukungan dari pihak pesantren, orang tua, serta institusi pendidikan menjadi faktor kunci keberhasilan program.

“Bulan Kesehatan Gigi Nasional bukan hanya seremonial, melainkan gerakan nyata. Senyum sehat Indonesia dimulai dari anak-anak kita hari ini,” tutup drg. Novalino, MARS, Ketua Panitia BKGN 2025.



14 September 2025

Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Hadiri Peresmian Gereja Katolik Paroki Kalvari Lubang Buaya

Jakarta, 14 September 2025 – Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Jakarta Timur menghadiri acara peresmian Gereja Katolik Paroki Kalvari Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung. Kehadiran jajaran pimpinan pesantren dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen lembaga pesantren dalam merawat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Acara bersejarah ini berlangsung penuh khidmat setelah jemaat Katolik menempuh perjuangan panjang lebih dari 30 tahun untuk mendapatkan izin pendirian rumah ibadah. Dengan peresmian ini, Gereja Katolik Paroki Kalvari resmi menjadi bagian dari 69 paroki Katolik di Jakarta.

Turut serta hadir dalam acara tersebut berbagai tokoh lintas agama dan pejabat daerah, antara lain:

  • KH. Choirul Baihaqy, Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Jakarta Timur.

  • H. Ujang Saepudin, Sekretaris Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin.

  • KH. Ibnu Mulkan, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ibad Jakarta Timur sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Nusantara.

  • Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur beserta jajaran pemerintah kota.

Pesan Toleransi dari Pesantren

Dalam sambutannya, KH. Choirul Baihaqy menegaskan pentingnya merawat kebhinekaan.

“Kami dari Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menyambut baik peresmian gereja ini. Toleransi dan keberagaman adalah bagian dari kekayaan bangsa yang harus dijaga. Kami percaya, dengan saling menghormati, kita dapat hidup berdampingan secara damai dan rukun,” ungkapnya.

“Santri-santri kami dididik untuk mencintai tanah air, menghormati keberagaman, dan menjaga persatuan bangsa. Peresmian gereja ini menjadi pengingat bahwa kerukunan antarumat beragama adalah pilar utama dalam memperkuat ikatan kebangsaan,” ujarnya.

Gubernur Tegaskan Komitmen Kesetaraan

Dalam pidatonya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan rasa bangga dapat meresmikan gereja yang menjadi bagian dari 69 paroki Katolik di Jakarta. Ia menekankan, sebagai pemimpin daerah, dirinya akan melayani seluruh umat beragama tanpa membeda-bedakan.

“Saya adalah gubernur untuk semua umat, apapun agamanya. Perjuangan panjang jemaat ini selama 33 tahun patut kita syukuri bersama,” kata Pramono.

Selain itu, ia memberi instruksi khusus kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Dinas Sumber Daya Air untuk segera menangani persoalan banjir di sekitar gereja, serta memastikan perhatian dan dukungan pemerintah kepada rumah ibadah ini berjalan secara berkelanjutan. 

Simbol Kebersamaan di Tengah Keberagaman

Peresmian Gereja Katolik Paroki Kalvari Lubang Buaya bukan hanya penanda rampungnya pembangunan fisik rumah ibadah, melainkan juga menjadi simbol kebersamaan lintas iman di Jakarta. Kehadiran pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Pondok Pesantren Nurul Ibad, serta tokoh-tokoh agama dan pejabat pemerintah berdampingan dengan umat Katolik menunjukkan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika masih hidup kuat di tengah masyarakat.

Acara bersejarah ini menegaskan pesan penting: Indonesia akan semakin kokoh jika umat beragama saling menghormati dan berjalan bersama dalam semangat persaudaraan.

23 August 2025

Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Jadi Tuan Rumah Rakornas III LDII: Perkuat Sinergi Kebangsaan dan SDM Bangsa

Jakarta, 24 Agustus 2025 – Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidiin Lubang Buaya, Jakarta Timur, kembali menegaskan eksistensinya sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan penguatan kebangsaan dengan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII). Acara berlangsung di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 22–24 Agustus 2025.

Rakornas diikuti sekitar 315 peserta dari 37 provinsi se-Indonesia, yang terdiri dari pengurus harian DPP LDII, Dewan Penasihat Pusat, hingga jajaran DPW. Kehadiran ratusan tokoh nasional dan daerah ini menjadikan Ponpes Minhaajurrosyidiin sebagai salah satu titik strategis konsolidasi kebangsaan dan dakwah Islam di Indonesia.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso dalam sambutannya menegaskan tiga fokus utama Rakornas, yaitu kebangsaan, peningkatan kualitas SDM, dan kesehatan. Isu tersebut selaras dengan program pemerintah, mulai dari moderasi beragama, Sekolah Rakyat, makan bergizi gratis, hingga percepatan penanganan stunting.

“PC dan PAC adalah garda terdepan yang memahami kondisi masyarakat. Peran mereka penting dalam mendukung program pemerintah terkait kebangsaan, SDM, dan kesehatan,” tegas Chriswanto.

Selain itu, pada hari kedua, Rakornas menghadirkan pembicara nasional seperti Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, SE (Pemerhati Politik Pertahanan dan Juru Bicara Presiden Prabowo), Kejaksaan Agung, serta Gubernur Lemhannas. Dahnil menekankan bahwa pertahanan negara tidak hanya berbasis militer, tetapi juga meliputi aspek non-militer seperti pangan, energi, air, dan teknologi AI yang menjadi syarat kedaulatan bangsa.

Sebagai tuan rumah, Ponpes Minhaajurrosyidiin menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda kebangsaan dan pendidikan umat. Hadir pula jajaran pengurus pondok, antara lain Ketua Umum Yayasan Marsma TNI (Purn) KH Sukur, Ketua Ponpes KH Chairul Baihaqi, Sekretaris Ponpes     H. Ujang Saepudin, serta para pengasuh KH Abdussalam dan KH Nanang Achmad.

Turut hadir pula mitra strategis, di antaranya PB PERSINAS ASAD dan PP Senkom Mitra Polri, yang semakin memperkuat jalinan kerja sama Ponpes Minhaajurrosyidiin dengan berbagai elemen bangsa.

Rakornas ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi LDII, tetapi juga bagi Ponpes Minhaajurrosyidiin sebagai wadah penguatan ukhuwah Islamiyah, pendidikan karakter, dan konsolidasi nasional. Keberhasilan penyelenggaraan acara berskala nasional ini sekaligus menegaskan posisi Ponpes Minhaajurrosyidiin sebagai salah satu pusat dakwah dan pendidikan yang berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.

16 August 2025

FKPP Jakarta Timur Gelar Silaturahim dan Rapat Pondok Pesantren

Jakarta, 15 Agustus 2025 – Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Jakarta Timur menggelar acara Silaturahim dan Rapat Pondok Pesantren se-Jakarta Timur di Pondok Pesantren Hidayatullah Jakarta, Jumat (15/8/2025). Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 32 pondok pesantren dari berbagai wilayah di Jakarta Timur, termasuk perwakilan dari Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin yaitu Kepala Sekolah PDF Wustho Akbar Maulana, SE. 

Ketua FKPP Jakarta Timur, KH. Mahmud Efendi, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah agenda penting yang akan dijalankan FKPP ke depan. Di antaranya adalah pengukuhan pengurus FKPP Jakarta Timur, penyusunan program kerja untuk pondok pesantren di wilayah tersebut, pengembangan konsep Pesantren Ramah Anak, serta perluasan kerja sama dengan Kementerian Agama maupun berbagai pihak terkait untuk mendukung kemajuan pesantren di Jakarta Timur.

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Silvia Hanim, yang memberikan arahan terkait pentingnya peran aktif pondok pesantren dalam forum. Ia menegaskan bahwa partisipasi pesantren dalam kegiatan FKPP menjadi sarana untuk memperoleh informasi terkini, termasuk dalam hal penginputan data Emis.

“Penetapan bantuan dari Kementerian Agama sangat bergantung pada keaktifan lembaga, terutama dalam penginputan data Emis,” jelas Silvia Hanim.

Ia juga menekankan bahwa pengurus FKPP Jakarta Timur yang baru nantinya tidak hanya menjalankan seremoni pelantikan, tetapi juga harus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pondok pesantren di wilayah Jakarta Timur.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antarpondok pesantren semakin kuat sehingga dapat bersama-sama berkontribusi dalam penguatan pendidikan berbasis keagamaan dan pembangunan karakter generasi muda.

15 August 2025

Ponpes Minhaajurrosyidiin Meriahkan Hari Pramuka ke-64 dan PPBK Nasional 2025 di Cibubur

Jakarta – Gugus Depan (Gudep) Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, turut ambil bagian dalam peringatan Hari Pramuka ke-64 yang dirangkai dengan Pembukaan Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Kamis (14/8/2025).

Upacara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini semula dijadwalkan dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto, namun kemudian diwakili Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Dalam amanatnya, Pratikno menegaskan bahwa PPBK Nasional menjadi ajang penting untuk memberikan kesempatan yang setara bagi pramuka berkebutuhan khusus agar dapat berprestasi.

“PPBK Nasional ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Acara tersebut diikuti sekitar 10.000 peserta dari berbagai kwartir daerah, antara lain Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, serta sejumlah anggota Saka Pramuka. Gudep Ponpes Minhaajurrosyidiin mengirimkan 15 Pramuka Penegak yang dipimpin oleh Lukman Hakim, Guru PDF Minhaajurrosyidiin tersebut.

“Kehadiran kami dalam kegiatan ini adalah bentuk komitmen untuk menanamkan nilai disiplin, rukun , kompak, kerjasama yang baik dan kepedulian sosial kepada para santri,” kata Lukman Hakim.

Selain apel besar Hari Pramuka, kegiatan ini juga menjadi pembukaan PPBK Nasional 2025 yang berlangsung pada 13–19 Agustus 2025 dengan tema “Taklukkan Tantangan, Raihlah Mimpi, dan Berprestasi.” Sebanyak 700 peserta pramuka berkebutuhan khusus dari 28 provinsi di seluruh Indonesia turut serta dalam perkemahan ini.

Rangkaian acara semakin semarak dengan atraksi drumband Secapa Angkatan Darat, penampilan pencak silat dari 100 personel Kostrad, hingga atraksi terjun payung oleh 50 penerjun gabungan TNI, Polri, dan sipil yang membawa Bendera Merah Putih, WOSM, Tunas Pramuka, serta logo Hari Pramuka. Penampilan tarian daerah khas DKI Jakarta turut menambah semarak suasana peringatan tersebut.

Partisipasi Gudep Ponpes Minhaajurrosyidiin dalam kegiatan nasional ini menegaskan peran aktif pesantren dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, serta siap berkontribusi bagi ketahanan bangsa. 


17 July 2025

Ketua Umum Yayasan Ponpes Minhaajurrosyidin Lubang Buaya Hadiri Peresmian Kantor Pusat Senkom Mitra Polri oleh Wapres RI

 

Hibah Tanah untuk Kantor Pusat Senkom Mitra Polri sebagai Wujud Sinergi Yayasan Pondok Pesantren Minhajurrosyidiin dengan Elemen Negara

Pada hari Kamis, 17 Juli 2025, Yayasan Pondok Pesantren Minhajurrosyidiin turut mencatat sejarah penting dalam pengabdiannya terhadap bangsa dan negara melalui penyerahan hibah tanah kepada Senkom Mitra Polri. Tanah seluas 230 m² yang berlokasi di Jl. SPG VII No.17, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, telah secara resmi digunakan sebagai lokasi Kantor Pusat Senkom Mitra Polri.

Peresmian kantor pusat ini dilakukan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Gedung kantor pusat berdiri megah empat lantai dan menjadi pusat koordinasi nasional Senkom dalam bidang bela negara, keamanan masyarakat (Kamtibmas), serta penanggulangan kebencanaan.

Ketua Yayasan, Marsma TNI (Pur) H. Sukur, M.Si. (Han) menyampaikan bahwa hibah ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Yayasan Ponpes Minhajurrosyidiin terhadap upaya penguatan ketahanan nasional serta peran strategis organisasi masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai luhur.

“Yayasan Pondok Pesantren Minhajurrosyidiin berkomitmen menjadi bagian dari solusi kebangsaan, tidak hanya melalui pendidikan keagamaan dan karakter, tetapi juga dengan bersinergi secara nyata bersama lembaga negara dan organisasi masyarakat,” ujar H. Sukur dalam acara tersebut.

Turut hadir dalam momen bersejarah ini para tokoh yayasan dan pondok pesantren, di antaranya KH. Chairul Baihaqy, S.STP., M.Si (Ketua Pondok Pesantren) dan H. Ujang Saepudin (Sekretaris Yayasan) yang juga aktif dalam kepengurusan pusat Senkom Mitra Polri. Mereka menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan misi yayasan dalam membina karakter kebangsaan dan semangat bela negara bagi generasi muda.

Wakil Presiden Gibran dalam sambutannya juga mengapresiasi kontribusi Yayasan Ponpes Minhajurrosyidiin, dan menyebut sinergi seperti ini sebagai contoh ideal kolaborasi antara masyarakat sipil dan negara. Ia berharap kantor pusat Senkom dapat membawa semangat baru dalam pengabdian terhadap masyarakat dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional.

Peran Yayasan Minhajurrosyidiin dalam hibah tanah ini menjadi catatan penting dalam perjalanan lembaga, sebagai bentuk nyata kontribusi pesantren tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam mendukung fungsi strategis kebangsaan. (US)

08 July 2025

Ponpes Minhaajurrosyidiin Hadiri Kick Off MQK Internasional 2025


Jakarta - Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Jakarta turut hadir dalam acara peluncuran resmi Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional ke-1 dan MQK Nasional ke-VIII yang digelar di di Aula H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. M.H. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025). 

Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, sebagai tanda dimulainya ajang keilmuan kitab kuning berskala global.

Hadir mewakili Ponpes Minhaajurrosyidiin adalah Ketua Pondok Pesantren H. Chairul Baihaqi, Sekretaris H. Ujang Saepudin, serta tiga santri: Ubaid, Farrel, dan Andri. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam mendukung pengembangan ilmu-ilmu keislaman klasik yang kontekstual dengan tantangan zaman.

Dengan mengangkat tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian dengan Kitab Turats,” MQK 2025 menjadi forum penting dalam mengarusutamakan peran pesantren sebagai motor perubahan sosial dan spiritual di tengah krisis lingkungan dan konflik global.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kitab kuning atau turats bukan hanya teks masa lalu, melainkan sumber nilai-nilai etis dan spiritual yang relevan untuk masa kini. 

“Sudah saatnya maqāṣid al-syarī‘ah diperluas. Menjaga lingkungan atau ḥifẓ al-bī’ah harus menjadi prinsip keenam. Santri harus berada di garis depan membangun kesadaran ekoteologis Islam,” tegas Nasaruddin.

Ia juga menyampaikan bahwa pesantren memiliki potensi besar menjadi pelopor narasi Islam yang ramah lingkungan. Menurutnya, konsep maslahat syar’i sebagaimana dirumuskan ulama klasik seperti al-‘Izz ibn ‘Abdissalam, telah lebih dahulu menempatkan perlindungan alam sebagai bagian dari tanggung jawab agama.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menambahkan bahwa MQK tahun ini bukan sekadar ajang perlombaan membaca kitab, melainkan sarana aktualisasi nilai-nilai keislaman dalam merespons tantangan global. 

“Pesantren harus menjadi pembawa pesan damai. Islam dalam kitab turats mengajarkan keadilan, kesabaran, dan maslahat universal,” kata Suyitno.

Dalam cabang-cabang lomba seperti Debat Bahasa, Debat Qanun dan Risalah Ilmiah, para santri peserta MQK akan menggali prinsip-prinsip keadilan, resolusi konflik dan etika global berbasis warisan intelektual Islam. Format hybrid yang diterapkan juga membuka ruang partisipasi luas bagi pesantren dari dalam dan luar negeri.

Selain kompetisi, MQK 2025 juga diramaikan dengan berbagai side event seperti Halaqah Ulama Internasional, Expo Kemandirian Pesantren, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara serta gerakan Pesantren Hijau yang mengusung penanaman satu pohon oleh satu santri. Inisiatif ini sekaligus menandai komitmen lingkungan yang konkret.

MQK Internasional 2025 menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya melibatkan santri dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, Jerman, Myanmar serta diaspora Indonesia dari berbagai komunitas global. Babak penyisihan akan dilangsungkan daring pada September, sementara final akan digelar luring di Ponpes As’adiyah, Sengkang, Sulawesi Selatan, pada 1–7 Oktober 2025.

Keikutsertaan Ponpes Minhaajurrosyidiin dalam ajang ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusional, tetapi juga bentuk nyata kontribusi terhadap misi besar pesantren dalam membawa Islam rahmatan lil ‘alamin menuju pentas dunia. Dengan semangat keilmuan dan kepedulian lingkungan, pesantren menegaskan dirinya sebagai agen perubahan peradaban. (*/TJ)


26 May 2025

Santriwati Ponpes Minhajurrasyidin Dibekali Ilmu, Etika,dan Keterampilan Wirausaha

 

Jakarta – Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrasyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, menjadi tuan rumah kegiatan peningkatan kapasitas santriwati yang digelar oleh Pimpinan Pusat Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (PP KPMDI), Minggu (25/5/2025). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-47 Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), organisasi sayap Partai Golkar.

Sebagai lokasi pelaksanaan, Ponpes Minhajurrasyidin turut melibatkan sebanyak 80 santriwati tingkat SMP dan SMA dalam kegiatan ini. Pihak pesantren menyambut baik program tersebut dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santriwati dalam menghadapi tantangan zaman.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi ajang yang memperkuat kapasitas intelektual, spiritual, dan sosial santriwati kami, serta membentuk pribadi muslimah yang menjadi pelita dalam masyarakat,” ujar Ujang Saepudin, Sekretaris Ponpes Minhajurrasyidin.

Lebih lanjut, Ujang juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan PP KPMDI dan berharap kemitraan ini terus berlanjut.

“Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap pelatihan maupun seminar serupa bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan di pesantren kami,” tambahnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Muslimah Berdaya, Santun, dan Terampil” ini bertujuan membekali santriwati dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk membangun kemandirian serta melindungi diri dari berbagai ancaman, termasuk kekerasan seksual.

Ketua Umum PP KPMDI, Marlinda Irwanti Poernomo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan perempuan muslimah.

“Kami berharap program ini menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai pondok pesantren di Indonesia. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membangun generasi muslimah yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para santriwati mendapatkan materi dari sejumlah narasumber kompeten. Salah satunya, Azimah Subagijo, menyampaikan pentingnya keberanian dalam melawan kekerasan seksual.

“Santriwati harus berani bicara. Iman dan ilmu adalah bekal penting untuk melawan kekerasan. Jangan biarkan ketakutan membungkam kebenaran,” tegas Azimah.

Sementara itu, Fifi Luthfiah mengangkat topik mengenai etika dan estetika berbusana muslimah.

“Busana yang santun mencerminkan ketaatan dan identitas muslimah sejati,” ungkapnya.

Pelatihan keterampilan pun menjadi bagian penting dari agenda. Siti Ubaidah memandu praktik pembuatan abon sebagai sarana untuk menanamkan jiwa kewirausahaan di kalangan santriwati.

“Kemandirian bisa dimulai sejak dini, bahkan dari dapur pesantren,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, PP KPMDI menyerahkan penghargaan kepada Ponpes Minhajurrasyidin yang diterima langsung oleh Ujang Saepudin sebagai perwakilan pesantren.

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana sinergi antara lembaga pendidikan Islam dan organisasi keagamaan dapat mendorong lahirnya muslimah-muslimah yang cakap, berdaya, dan siap berkontribusi untuk bangsa dan masyarakat. (*/TJ)

Pesantren Minhaajurrosyidiin Luncurkan RVM, Dorong Ekonomi Hijau dan Literasi Keuangan Syariah

Jakarta — Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin menegaskan komitmennya sebagai pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dengan meluncurk...